SIDOARJO — Peresmian lantai enam gedung SD Muhammadiyah Sepanjang tidak hanya menandai perkembangan fasilitas fisik, tetapi juga mempertegas komitmen gerakan Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang merata hingga ke daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan.
Dalam arahannya pada peresmian tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, pendidikan merupakan kunci utama peradaban bangsa yang tidak mengenal batasan suku, agama, ras, maupun golongan. Semangat “pendidikan untuk semua” ini terus digelorakan Muhammadiyah tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga merata hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, serta berbagai wilayah terluar Indonesia.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari ikhtiar jangka panjang membangun sumber daya insani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sesuai amanat konstitusi. Dengan pemerataan akses pendidikan berkualitas ini, Indonesia optimis mampu melahirkan generasi unggul demi kemajuan bangsa dalam beberapa dekade ke depan.
Acara peresmian ini turut mengingatkan pentingnya sikap kritis yang konstruktif dan positif, serta penyelesaian masalah secara demokratis dan terbuka. Dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, serta perbaikan sistem hukum dan politik yang berkeadilan, seluruh elemen bangsa diharapkan dapat bersama-sama menghadapi berbagai tantangan demi kemajuan Indonesia.
Bagi Muhammadiyah, kecerdasan masyarakat harus berjalan beriringan. Perbaikan kualitas bangsa dinilai menuntut kerja sama seluruh kelompok masyarakat bersama pemerintah, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai hukum.
Melalui penguatan karakter cerdas, berintegritas, serta sikap kritis yang konstruktif dan positif, bangsa Indonesia diyakini mampu keluar dari berbagai persoalan pelik menuju masa depan yang lebih maju.
(Samisri)












