Polri  

Polda jatim tetep pastikan pengawasan ketat secara menyeluruh pada peredaran narkoba menjelang pergantian taun

agussursbaya1981
Screenshot 20251229 224945~2

Polda jatim terus memperkuat langkah antisipatif terhadap potensi peredaran narkoba menjelang momen pergantian Tahun Baru. Meski tidak menggelar razia khusus pada malam perayaan, Polda Jatim memastikan pengamanan dan pengawasan tetap dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah hukum Jawa Timur guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur, Kombes Pol Robert Da Costa, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar Senin sore (29/12) di Gedung Mahameru Polda Jatim. Ia menegaskan bahwa narkoba masih menjadi ancaman serius yang memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari seluruh pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat.

Menurutnya, peredaran narkoba saat ini semakin kompleks dengan berbagai modus operandi. Barang terlarang tersebut tidak hanya masuk melalui jalur darat, tetapi juga memanfaatkan jalur laut dan jaringan lintas negara. Kondisi ini mendorong kepolisian untuk terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait serta mengintensifkan upaya pencegahan dan penindakan

“Potensi peredaran narkoba selalu ada. Oleh karena itu, langkah antisipasi tidak boleh kendur. Pengamanan tetap kami laksanakan, dan masyarakat juga harus terus saling mengingatkan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata bagi generasi bangsa,” ujar Kombes Pol Robert Da Costa.

Ia menambahkan, lokasi-lokasi yang dinilai rawan, seperti tempat hiburan malam, tetap berada dalam pantauan kepolisian. Namun, khusus pada malam Tahun Baru, Polda Jatim memilih untuk tidak melakukan razia narkoba dan lebih memprioritaskan pengamanan umum agar masyarakat dapat merayakan pergantian tahun dengan aman dan nyaman.

Selama ini, Polda Jatim telah berhasil mengungkap sejumlah jaringan pengedar narkoba skala kecil yang tersebar di berbagai daerah. Meski demikian, diakui bahwa pengawasan tidak selalu mampu menjangkau seluruh peredaran yang ada. Berdasarkan hasil razia sebelumnya, jumlah pelaku yang terjaring di tempat hiburan malam terbilang relatif sedikit, namun upaya pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan.

Selain fokus pada penindakan, Polda Jatim juga menaruh perhatian besar pada aspek rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, pengguna narkoba diposisikan sebagai korban yang membutuhkan pertolongan dan pemulihan, bukan semata-mata objek hukuman pidana.

Kombes Pol Robert Da Costa menjelaskan bahwa proses rehabilitasi tidak memiliki standar waktu yang sama bagi setiap individu. Penanganan disesuaikan dengan hasil asesmen dari lembaga rehabilitasi yang berwenang, termasuk kondisi fisik dan psikologis pengguna, apakah termasuk kategori pengguna ringan atau berat.

“Ada yang harus menjalani rawat inap, ada juga yang cukup rawat jalan. Semua tergantung hasil penilaian dan rekomendasi dari pihak rehabilitasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Polda Jatim juga mencatat adanya peningkatan rasio gangguan keamanan yang sejalan dengan maraknya peredaran minuman beralkohol. Kendati demikian, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk melemahkan penegakan hukum. Kepolisian menegaskan akan tetap bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Kesadaran kolektif, mulai dari lingkup keluarga hingga komunitas, dinilai sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Kami menyadari masih ada tantangan di lapangan, termasuk adanya sebagian masyarakat yang menolak penegakan hukum. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kesadaran masyarakat harus terus diperkuat agar lingkungan sekitar mampu menjadi pertahanan utama,” pungkasnya.

Dengan sinergi yang solid antara kepolisian, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, Polda Jawa Timur berharap upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba dapat berjalan lebih efektif, sehingga keamanan, ketertiban, dan kesehatan masyarakat dapat terus terjaga, khususnya menjelang dan setelah perayaan Tahun Baru.( fik)

Tinggalkan Balasan