Program Bayi Tabung Ferina, Dr AUCKY Lebih Dari 20.000 Siklus lVF dengan Angka Kehamilan Mencapai 44 Persen

masbam990
Screenshot 20260803 095209 WhatsApp

 

RSIA Ferina Surabaya memperingati 40 tahun perjalanan layanan program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) melalui seminar awam bertajuk “Empat Dekade Keajaiban: Merajut Harapan, Menghadirkan Kehidupan” yang digelar di Legacy Ballroom, Jalan Raya Kupang Indah No. 33-37 Surabaya, Minggu (2/8/2026).

Screenshot 20260803 095231 WhatsApp

Seminar yang dihadiri lebih dari 460 peserta tersebut menghadirkan sejumlah pakar, yakni dr. Aucky Hinting, Ph.D., Sp.And(K), dr. Mona Mariana, M.Biomed., Sp.OG, dr. Dwimantoro Iman Prilistyo, Sp.U, dan dr. Agustinus, Sp.And(K). Acara dipandu moderator dr. Lia Natalia Hinting, M.Sc., MMRS serta dimeriahkan oleh penyanyi sekaligus pasien program bayi tabung, .

Dalam kesempatan tersebut, dr. Aucky Hinting mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan empat dekade pengembangan program bayi tabung di Indonesia. Ia mengatakan peringatan 40 tahun ini awalnya terinspirasi setelah dirinya menghadiri acara serupa di Belgia.
“Saya diundang ke Belgia untuk acara seperti ini. Setelah kembali ke Indonesia, staf saya mengusulkan agar momen 40 tahun ini juga dirayakan di sini. Ternyata antusiasme masyarakat sangat besar, peserta seminar mencapai lebih dari 460 orang, baik masyarakat umum maupun pasien,” ujar dr. Aucky.

Ia menjelaskan, sejak memulai layanan IVF pada 1986 hingga akhir 2025, tim Ferina telah menangani lebih dari 20.000 siklus program bayi tabung.
“Catatan kami menunjukkan hingga akhir tahun 2025 telah lebih dari 20.000 siklus IVF dikerjakan, dengan angka keberhasilan kehamilan mencapai sekitar 44 persen,” katanya.

Menurut dr. Aucky, tingkat keberhasilan tersebut terus meningkat seiring perkembangan teknologi. Pada masa awal program IVF, tingkat keberhasilan hanya berkisar 20–25 persen. Kini rata-rata keberhasilan telah mencapai sekitar 50 persen pada sejumlah kasus.

Ia menambahkan, Ferina juga terus mengikuti perkembangan teknologi reproduksi berbantu, termasuk penggunaan time-lapse embryo monitoring dan Pre-Implantation Genetic Testing (PGT) untuk meningkatkan kualitas pelayanan.Terkait biaya, dr. Aucky menyebut program bayi tabung kini semakin terjangkau dibandingkan sebelumnya.
“Biaya program di Ferina berkisar antara Rp60 juta hingga Rp80 juta, tergantung kebutuhan pasien. Namun hingga saat ini layanan bayi tabung masih belum dapat ditanggung BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Inul Daratista membagikan pengalamannya menjalani program kehamilan bersama dr. Aucky. Ia mengaku percaya terhadap kompetensi dan dedikasi tim medis Ferina.
“Saya tidak pernah ragu datang ke Ferina karena saya yakin kepada dr. Aucky. Menurut saya beliau tidak mempersulit pasien dan biayanya juga tidak mahal. Saat saya menjalani treatment, ada sekitar 15 hingga 20 pasien lain, dan hampir semuanya berhasil mendapatkan keturunan. Itu luar biasa,” ungkap Inul.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada dr. Aucky dan seluruh tim Ferina yang selama puluhan tahun telah membantu banyak pasangan mewujudkan impian memiliki buah hati.

Perayaan 40 tahun Ferina menjadi momentum untuk menunjukkan perkembangan teknologi reproduksi berbantu di Indonesia sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai program bayi tabung. Antusiasme ratusan peserta seminar menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap solusi medis bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan imbuhnya

 

Tinggalkan Balasan